Misteri Segitiga Bogor

Posted by Unknown Sunday, July 8, 2012 0 comments
Di wilayah sekitar Halimun Bogor
dan sekitarnya ada benteng-
benteng milik Prabu Siliwangi
yang tak kelihatan, pusat
kerajaan ada di Gunung Salak,
sebenarnya ini sudah menjadi rahasia umum. Catatan sejarah
soal Kerajaan Siliwangi pasca
kehancurannya setelah diserang
Kesultanan Banten pada tahun
1620-an, adalah catatatan
pertama kali dari Scipio yang melakukan ekspedisi sekitar
tahun 1687 mencatat ada
ratusan macan gembong atau
harimau bertempat tinggal di
sebuah bangunan dekat Kebun
Raya Bogor sekarang, selain itu ditemukan rawa yang berisi
badak di sekitar Sawangan,
dinamakan Rawa Badak dimana di
ujung Rawa Badak ditemukan
juga situs parit dan bekas
tembok keraton yang dijadikan sarang macan, sekarang sarang
macan ini dikenal pertigaan
beringin di Sawangan. Selain
catatan-catatan arkeologi, ada
catatan mistis tentang segitiga
Bogor. Ada tiga gunung yang dianggap
angker di masa Mataram Sultan
Agung, pertama Gunung Merapi,
Kedua Gunung Slamet dan Ketiga
Gunung Halimun, diantara
ketiganya Gunung Halimun-lah yang dianggap paling angker
karena memiliki misteri luar biasa.
Sampai saat ini banyak peristiwa
jatuhnya pesawat di sekitar
segitiga Gunung Halimun-Gunung
Salak-Gunung Gede. Daya energi ketiga gunung itu
ada di Istana Cipanas, sekitar
gedung yang dibangun Bung
Karno namanya Gedung Bentol,
tempat dimana Bung Karno selalu
bermeditasi sejak dia menempati Istana Merdeka di tahun 1949. Di
belakang Gedung Bentol ada
sumber air panas, yang
merupakan energi dari Siliwangi. Dilamarnya Puteri Dyah Pitaloka
yang kecantikannya serupa
bidadari dan mewariskan
kecantikan yang bisa dilihat pada
gadis-gadis Bandung, Cianjur dan
Sumedang sekarang ini adalah rahasia 'Wahyu Nusantara'
yang dimiliki kerajaan Pajajaran,
dimana Gadjah Mada ingin
memilikinya "Siapa yang
menguasai Wahyu Nusantara dia
akan menguasai Indonesia', penguasaan wahyu nusantara ini
menimbulkan konflik antara
Hayam Wuruk yang berpendapat
bahwa wahyu itu bisa diambil
dengan cara Ken Arok yaitu
menikahi puteri sang Raja, di satu sisi wahyu bisa diambil
dengan cara menaklukkan
Pajajaran dan membangun
kerajaan Majapahit Barat di
Pakuan. Tanpa disengaja menurut
kepercayaan banyak orang Bung
Karno mengawini puteri Bandung
yaitu : Inggit Garnasih yang
ditengarai masih keturunan Raja
Siliwangi dimana wahyu Nusantara bersemayam di tubuh
Inggit Garnasih, dan Bung Karno
keturunan langsung Brawijaya V
mengobarkan semangat
Nusantara bermula di Bandung
pada rapat politik Radicale Concentratie di Bandung tahun
1922. Bandung adalah kota
terakhir dimana Prabu
Linggabuana menyucikan diri di
danau Bandung sebelum
berangkat ke Majapahit dan kelak beristirahat di
Pesanggrahan Bubat dimana
kemudian datang Gadjah Mada
dan terjadilah insiden
pembunuhan dan pembantaian
besar-besaran rombongan Pajajaran. Sisa-sisa dari Laskar Perang
Bubat melarikan diri ke Gunung
Salak, sementara sisa-sisa dari
punggawa Siliwangi yang
diserang Banten lari ke Gunung
Halimun. Tempat dimana seringnya pesawat menghilang,
ini mirip dengan segitiga Bermuda
dan segitiga formosa. Gunung Halimun dan Gunung salak
ini mirip Gunung Lawu yang
disucikan Majapahit, tak boleh
ada yang melintasi diatasnya,
burungpun bisa mati bila
melewati satu titik tanah yang sakral.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Misteri Segitiga Bogor
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://catatansimungil.blogspot.com/2012/07/misteri-segitiga-bogor.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Translate

Recent Comments

Designed by Berita Update - Belajar SEO dan Blog | Copyright of Catatan Si Mungil.