Makalah Menyimak

Posted by Moh.Ariful Munir Monday, December 10, 2012 0 comments

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam pengetahuan kebahasaan kita mengenal istilah mendengar, mendengarkandanmenyimak.. Ketiga kata ini tentu mempunyai maknayangberbeda. Secara sekilas, mendengar adalah proses kegiatan menerima bunyi-bunyianyangdilakukan tanpa sengaja atau secara kebetulan saja.
Mendengarkan adalah proses kegiatan menerima bunyi bahasayangdilakukan dengan senagaja tetapi belum ada unsur pemahaman.
Sedangkan menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasiyangtelah disampaikan oleh sang pembicara melalti ujaran atau bahasa lisan (HG.Tarigan : 28).
B. Identifikasi Masalah
Suasanadalam menyimak diartikan segala sesuatuyangmenyertai peristiwa menyimak di luar pembicara, pembicaraan,danmenyimak.Suasanatersebut sangatlah berpengaruhdanmenentukan kefektifan menyimak. Beberapa hal yan pantas diperhatikan,yangtermasuk kategori situasi dalam proses menyimak, antara lain:
(1) Ruangan: Ruangan atau tempat berlangsungnya peristiwa menyimak harus menunjang. Ruangan yan menunjang adalah ruanganyangmemenuhi persyaratan akustik, ventilasi, penerangan, penataan tempat duduk pendengar, tempat pembicara, warna ruangan, luas ruangandansebagainya.
(2) Waktu: waktu berlangsungnya peristiwa menyimak harus diperhatikandandiperhitungkan sebaiknya pada saatyangtepat misalnya pagi-pagi, saat-saat pendengar masih segar, rileks,dansebagainya.
(3) Tenang:Suasanadanlingkunganyangtenang, jauh dari kebisingan, pemandanganyangtidak mengganggu konsentrasi,suasanayangbaik antar kelompok pendengar sangat menunjang keefektifan menyimak.
(4) Peralatan: Peralatanyangdigunakan dalam peristiwa menyimak haruslahyangmudah dioperasikan, baik produksi suasananyadanberguna dalam melancarkan kegiatan menyimak.

Peristiwa menyimakyangberlangsung dalam ruanganyangbaik, waktuyangtepat,suasanatenteram, nyaman,danmenyenangkan serta dilengkapi dengan peralatanyangfungsional dapat diharapkan hasilnyayangefektif.

BAB II

ISI

A. Pengertian Menyimak

Dalam kehidupan sehari-hari, kata menyimak sering dipergunakan bukan untuk pancaindera telinga saja bahkan dipakai pula indera matadanhati. Dalam bab ini secara terperinci akan dijelaskan bahasandanpengertian menyimak, berikut ini akan diuraikan beberapa pendapat dari beberapa pakar mengenai batasan pembahasan pengertian menyimak adapun diantaranya adalah sebagai berikut:

Russel&Russel, 1959; Anderson, 1972
“Menyatakan bahwa menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahamandanperhatian serta apresiasi.”

Harimurti K. 1981

“Menyimak adalah mendengarkan, memperhatikan, mengikuti, menurut, mengindahkan,danmemperdulikan.”

W.J.S. Poerwadorminto

“Menyimak adalah mendengarkan ( memperhatikan apayangdiucapkan atau dibaca orang, meninjau ataupun memeriksa).”

Djago Tarigan

“Menyimak mencakup mendengarkandandisertai usaha pemahaman,danadanya unsur kesengajaandanpenuh perhatiandanminat.”

Guntur Tarigan

“Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi, untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasiyangtelah disampaikan oleh melalui ujaran atau bahasa lisan.”

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kita dapat menyusun batasanyanglebih lengkap yaitu:

Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan bunyi-bunyi bahasadannonbahasa dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi,daninterprestasi untuk memperoleh informasi, sekaligus menangkap isi atau pesan , serta mampu memahami makna komunikasiyangtelah disampaikan oleh manusiadanatau sumber lainnya.

B.Suasana-suasanadalam Menyimak
Banyak sekali situasi dalam kehidupan iniyangmenuntut untuk bertahan kalau kita tidak mau menemui kegagalan, kekalahan,dankehancuran.Suasana-suasanadalam menyimak terdiri dua, yaitu menyimak defensifdanmenyimak sportif. Berikut penulis akan menguraikannya :

a. Menyimak Defensif

Menyimak defensif atau bertahan biasanya dimanipulasikan dalam pesan-pesan lisanyangmengandung maksudyangbersungguh-sungguhdantersirat, antara lain pesan-pesan bersifat :

1. Evaluatif. Hal ini biasanya terjadi pada seorang penyimak saksamayangtelah mendengar dengan jelas dari ujaran seorang pembicara,yangsecara sadar memancing penilaian khusus.

2. Mengawasi. Pesan-pesan disampaikan oleh sang pembicara adakalanya membuat para penyimak bersiap-siap untuk mengontrol benar-tidaknya ujaran itu.

3. Strategis. Para penyimak akan siap memasang siasat atau pertahananyangstrategis.

4. Netral. Pesanyangdisampaikan pembicara, merangsang penyimak untuk berpikir secara netral.

5. Superior. Menganggap diri sendiri lebih unggul dari orang lain.

6. PastidanTentu. Pembicara mengemukakan sesuatuyangpasti,yangsudah tertentu.

b.SuasanaSuportif

Kalausuasanakomunikasi defensif kerap kali ditimbulkan oleh pesan-pesan manipulatif dari pihak pembicara, makasuasanakomunikasisuportifatausuasanakomunikasiyangbersifat mendukung atau menunjang justru timbul dari Keenam butir perangsang atau pemancing komunikasisuportifadalah sebagai berikut.

(i) Deskripsi. Apabila sang pembicara dalam ujarannya mengimplikasikan pemerian atau deskripsiyanglebih banyak.

(ii) Orientasi permasalahan. Ujaran atau pembicaraanyangberorientasi pada berbagai permasalahan dapat menjadisuasanamenyimaksuportif.

(iii) Spontanitas. Pembicara dapat memanfaatka ‘spontanitas’ dalam ujaran atau ucapannya jelas akan membuat para menyimak lebih mudah mencerna isi pesan.

(iv) Empati. Ketegasan merupakan unsure pentingyang harus dimanfaatkan pembicara dalam menyampaikan pesan.

(v) Ekualitas. Unsur lain dalam ujaranyangdapat menjelmakansuasanasuportifadalah ekualitas atau persamaan (hak).

(vi) Provisionalisme. Ketepatan, ketentuan, walaupun bersifat sementara merupakan salah satu unsure pembentuk suasansuportif.

C. Upaya Menyimak Tepat Guna

Ciri-ciri penyimak ideal biasanya diterapkan kepada orang lain. Artinya, bila seseorang menilai apakah orang lain penyimak ideal atau tidak, maka penilai memeriksa karakteristik penyimakyangdinilainya. Patokan penilaian adalah ciri penyimakyangsudah dibicarakan.

Ada kalanya seseorang ingin pula menilai, mengetahui,danmendapat gambaran kemampuan menyimaknya. Tentang hal itu dia tidak ingin dicampuri atau diketahui orang lain. Keinginan seperti itu dapat dipenuhi melalui “Checking up on my listening”,yangdisadur secara bebas menjadi duga daya simak diri.

Berikut upaya agar kita dapat meningkatkan diri kita menjadiyanglebih tepat guna.

(i) Kembangkanlah suatu kemauan atau kesudian menyimak

Tanpa kemauan tidak ada pekerjaanyangakan beres apalagi mendatangkan hasilyangmemuaskan.

(ii) Menyimaklah lebih lama

Bila ada orang memberi ceramah, sebaiknya kita menengarkan dari awal sampai akhir dengan suatu keikhlasan, sebab dari dalamnya dapat kita temukan beberapa ideyangberharga.

(iii) Menyimaklah lebih sering

Keberhasilan orang menyimak, selain ditentukan oleh lamanya, juga ditentukan oleh kekerapannya, keseringannya.

(iv) Menyimaklah dengan penuh respek

Adanya kesediaandankesudian untuk menyimak, berarti adanya keyakinan bahwa pembicara mempunyai kelebihan topic itu.

(v) Menyimak dengan umpan balik

Dalam kegiatan menyimak sadar atau tidak, sebenarnya kita ingin membandingkan pengetahuan sang pembicara dengan pembicara lainnya, bahkan dengan pengetahuan kita sendiri.

(vi) Menyimaklah tanpa penilaian atau keputusanyangpremature

Adakalanya sebelum berlangsungnya kegiatan menyimak, seseorang telah terlebih dahulu menilai atau membuat keputusan terhadap pembicara besertga materiyangakan dikemukakannya.

(vii) Menyimaklah dengan tenangdantenggang hati

Kegelisahandanprasangka dalam kegiatan memang tidak baik. Begitu pula dengan menyimak.

(viii) Menyimaklah secara analisis

Pada saat menyimak perlu pula kita menganalisis butir-butir tertentu dari materi ujaran sang penyimak itu.

(ix) Menyimaklah tanpa keadaan membela diri

Membela diri untuk mempertahankan kebenaran, barulah terpuji.

(x) Menyimaklah dengan prasangkadansterotipyangminim

Manusia tidak bisa bebas dari prasangkadansifat meniru-niru. Tetapi prasangkadansterotip ini bisa kita kurangu, kita tekan sehingga menjadi minim.

(xi) Simaklah tanda-tanda nonvercaldancarilah hal-halyangtidak konsekuen

Gaya, gerak-gerik, mimic, ekspresi wajah sang pembicara pada saat penampilannya dapat pula membantu penyimak memahami butir-butir ujarannya.

D. Perilaku Menyimak

Setiap manusia dialhirkan dengan sejumlah potensi. Salah satu potensi pembawaan sejak lahir itu adalah potensi mampu menyimak. Potensi harus dibinadandikembangkan. Melalui latihan menyimakyangterarahdanberkesinambungan, potensi tadi dapat berwujud menjadi kemampuan menyimakyangnyata. Tanpa pembinaandanpengembangan, potensi tersebut tetap berupa potensi tertutup. Tidak timbul, ataumati.

Walaupun manusia berlatih menyimak, kemampuan menyimaknya terbatas. Keterbatasan itu disebabkan oleh daya tangkapnyayangterbatasdandaya ingatannya terbatas pula. Para ahli memperkirakan orangyangcukup mendapat latihan menyimak, dalam kondisi fisikyangsegardanmentalyangstabil, hanya dapat menangkap isibahansimakan50%. Dalam dua bulan berikutnyayangdiingat hanya setengahnya. Mungkin dalam dua bulan berikutnya sisanya sudah menghilang pula.

Berikut ini dua tipe perilaku dalam kegiatan menyimak.

a. Menyimak Faktual

Penguasaanyangmantap terhadap tekhnik-tekhnik menyimak factual ini justru memudahkan sang penyimak untuk menangkap serta memahami fakta-fakta, konsep-konsep, serta informasiyangdisampaikan sang pembicara.

b. Menyimak Empatik

Menyimak empatik menolong kita untuk memahami sikap psokologisdanemosional sang pembicaradanbagaimana sikap tersebut mempengaruhi ujarannya. Menyimak empatik ini dapat disebut menyimak aktif atau menyimak pemahaman. Setiap pesan berisi dua bagian, yaitu isi,danperasaan atau sikap pembicara terhadap isi tersebut.

E. Meningkatkan Perilaku Menyimak

Menyimak sangat fungsional dalam kehidupan manusia. Melalui menyimak seseorang memperoleh kemungkinan besar mendapatkan informasi. Para ahli berpendapat bahwa sebagian besar dari pengetahuan seseorangdannilai-nilaiyangdiyakininya diperoleh melalui kegiatan menyimak. Karena itu sangatlah beralasan bila setiap orang dituntut terampil menyimak.

Dibawah ini kita kemukakan beberapa langkah khusus untuk meningkatkan keterampilan menyimak.

(i) Menerima keanehan sang pembicara. Setiap orang mempunyai cirri khas, keanehan sendiri.

(ii) Memperbaiki sikap. Suatu peringatan pada diri kita sendiri, peringatanyangbersifat internal.

(iii) Memperbaiki lingkungan. Pilihlah tempatyangmemungkinkan anda dapat menyimak lebih baik.

(iv) Jangan dulu memberikan pertimbangan. Ada baiknya kita melatih diri untuk menahan jangn dulu memperlihatkan tindakan-tindakanyangmengganggu kegiatan menyimak.

(v) Meningkatkan pembuatan catatan. Mencoba membuat celaanyangterlalu terperincidan bertele-tele dapat menggangggu proses menyimak.

(vi) Menyaring tujuan-tujuan menyimakyangspesifik. Menetukan tujuan khusus dalam menyimak.

(vii) Memanfaatkan waktu secara bijaksana. Perlu merencanakan penggunaan waktu secara diferensial.

(viii) Menyimak secara rasional. Perlu merem atau mengurangi diri sendiri untuk bereaksi secara emosional.

(ix) Berlatih menyimakbahan-bahanyangsulit. Penyimakyangbaik menerima dengan senang hati segala tantangan daribahan-bahanyangsulityangdiutarakan pembicara.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan bunyi-bunyi bahasadannonbahasa dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi,daninterprestasi untuk memperoleh informasi, sekaligus menangkap isi atau pesan , serta mampu memahami makna komunikasiyangtelah disampaikan oleh manusiadanatau sumber lainnya.

Banyak sekali situasi dalam kehidupan iniyangmenuntut untuk bertahan kalau kita tidak mau menemui kegagalan, kekalahan,dankehancuran.Suasana-suasanadalam menyimak terdiri dua, yaitu menyimak defensifdanmenyimak sportif.

Upaya menyimak tepat guna terdiri dari kesudian menyimak, menyimak lebih lama, menyimak lebih sering, menyimaklah dengan prasangkadansterotipyangminim,danmenyimak tanda-tanda nonvercaldancarilah hal-halyangtidak konsekuen.

Perilaku menyimak terdiri dari menyimak faktualdanmenyimak empatik. Adapun upaya untuk meningkatkan perilaku menyimak adalah menerima keanehan sang pembicara, memperbaiki sikap, jangan dulu memberikan pertimbangan, memanfaatkan waktu secara bijaksana,danberlatih menyimakbahan-bahanyangsulit.

2. Saran

Penulis memberikan beberapa saran yaitu sebagai berikut :

1. Menerapkan dan memahami suasana dalam menyimak

2. Menerapkan menyimak tepat guna dalam kehidupan sehari-hari

3. Melaksanakan perilaku menyimak dalam kegiatan menyimak agar kualitas menyimak lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung: Penerbit Angkasa

Gibb; Jack R. 1961. “DefensiveCommunication” dalam The Journal of Communication,

11 (1961): 141-8

Logan; Lilian M. [et al]. 1972. Creative Communication: Teaching The Language Arts.

Toronto: Mc Graw. Hill Ryerson Ltd

Tarigan, Djago. 1986. Keterampilan Menyimak. Jakarta: Karunia

Simaremare, Rumasi. 2008. Keterampilan Menyimak. Medan: UNIMED
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Makalah Menyimak
Ditulis oleh Moh.Ariful Munir
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://catatansimungil.blogspot.com/2012/12/makalah-menyimak.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Translate

Recent Comments

BlogUpp!

Share on

Designed by Berita Update - Belajar SEO dan Blog | Copyright of Catatan Si Mungil.
Modified by info update - Panduan Blogging SEO. Original by Bamz | Copyright of Catatan Si Mungil.